Fokus Pada Solusi bukan Masalah

July 16th, 2008 by ferry-hendarto

Fokus Pada Masalah atau Pada Solusi?

Efisiensi adalah suatu hal yang penting di dalam dunia manajemen. Sebagai seorang anggota tim yang baik, kita memiliki tanggung jawab bukan
hanya dalam membawa tim kita mencapai tujuan bersama, tetapi juga tanggung jawab dalam mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi.

Tetapi seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu Pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.
Mari kita coba lihat dalam dua kasus di bawah ini:


1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang
kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di
Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun yang kosong.
Dengan segera para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut
ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong.
Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.
Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar  X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang
untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan mastikan
bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras
dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setia pada
kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak
sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.


2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol,karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu
decade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai  permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple
Stupid
), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang
bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang
paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

"Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa. Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya."

Learn from Kura-kura

July 16th, 2008 by ferry-hendarto

Kura-Kura

Ada

satu keluarga kura2 memutuskan untuk pergi bertamasya. Dasarnya kura2,
dari sononya memang sudah serba lambat, untuk mempersiapkan piknik ini saja
mereka butuhkan waktu 7 tahun. Akhirnya keluarga kura2 ini meninggalkan
hunian mereka, pergi mencari tempat yang cocok untuk kegiatan piknik
mereka. Baru ditahun kedua mereka temukan lokasi yang sesuai dan cocok!

Selama enam bulan mereka membersihkan tempat itu, membongkari semua
keranjang2 perbekalan piknik, dan membenah-susuni tempat itu. Lalu mereka
baru sadar dan lihat bahwa mereka lupa membawa garam. Waduh, sebuah piknik
tanpa garam? Mereka serempak setuju dan berteriak itu bisa menjadi bencana
luar biasa. Setelah panjang lebar berdiskusi, kura termuda yang diputuskan
terpilih untuk mengambil garam dirumah mereka. Meskipun ia termasuk kura
tercepat dari semua kura2 yang lambat, si kura kecil ini merengek, menangis
dan me-ronta2 dalam batoknya. Ia setuju pergi tapi asal berdasarkan satu
syarat: bahwa tidak satupun boleh makan sampai ia kembali.

Keluarga kura itu setuju dan sikura kecil ini berangkatlah.

Tiga tahun lewat dan kura kecil itu masih juga belum kembali.

Lima

tahun…. enam tahun …..

lalu memasuki tahun ketujuh kepergiannya,
kura-kura tertua sudah tak tahan menahan laparnya. Ia pun mengumumkan bahwa
ia begitu lapar dan akan mulai makan dan mulai membuka rotinya.

Pada saat itu, tiba2 muncul si kura-kura kecil dari balik sebatang pohon
dan berteriak: "LIHAT TUHHHH! Benar

kan

!? Aku tahu kalian memang tak akan
menunggu. Achhh, kalau begini caranya aku nggak mau pergi mengambil garam."

*Sebagian dari kita memboroskan waktu sekedar cuma menunggui sampai orang lain

memenuhi harapan kita. Sebaliknya, kita begitu kuatir, prihatin, sering2 malah terlalu

memperdulikan apa yang dikerjakan orang lain sampai-sampai dan malahan kita

cuma berpangku tangan tanpa berbuat apapun.

9 TIPS menemukan Lelaki Sejati

July 16th, 2008 by ferry-hendarto

9 TIPS KHUSUS UNTUK WANITA LAJANG MENEMUKAN LAKI-LAKI SEJATI:

1. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
   tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya…

2. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
    tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…


3. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabatnya,
    tetapi dari sikap bersahabatnya pada orang-orang di sekitar…

4. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari posisi dan jabatan pekerjaan,
    tetapi bagaimana dia menjalankan tanggungjawab pekerjaan…

5. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi
    dari sikap bijaknya memahami persoalan…

6. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi
    dari hati yang ada di balik itu…

7. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja,
    tetapi dari komitmennya terhadap wanita yang dicintainya…

8. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari tanggungjawab yang dibebankan,
    tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…

9. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari rajinnya membaca kitab suci,
   tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

Heaven & Earth Messenger

July 16th, 2008 by ferry-hendarto

Connecting to Heaven & Earth Messenger

Sign in…

TUHAN :
Kamu memanggilKu ?


AKU :
Memanggilmu?
Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN :
Ini TUHAN.
Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk .

TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU :
Nggak tau ya.
Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru.
Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN :
Benar sekali.
Aktivitas memberimu kesibukan.
Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU :
Saya mengerti itu.
Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini..

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era Internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi misalnya.

AKU :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup.
Jalani saja.
Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN :
Hari ini adalah Hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU :
Tapi bagaimana mungkin Kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU :
Tapi begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari,
Tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan..
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik tidak dapat melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

AKU :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN :
Ya.
Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…

TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

AKU :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?


TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kamu syukuri, jangan hitung apa yang tidak kamu peroleh.

AKU :
Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?".
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?"

AKU :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU :
Pertanyaan terakhir, Tuhan.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN :
Tidak Ada DOA yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU :
Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

………TUHAN has signed out

Goals without TIME LIMIT is NOTHING!

BANGUNKAN RAKSASA DI DALAM DIRI ANDA

July 16th, 2008 by ferry-hendarto

Takaran Anda Yang Sebenarnya Diukur Dari
Keberanian, Kearifan, dan Cinta Anda.

Bahkan sebagai bayi gajah sekalipun, Bulig sangat besar.
Ketika Bulig bertumbuh dewasa, ia lebih tinggi dan lebih besar dari
semua teman-teman sepermainannya.
Tidak perlu waktu lama hingga gajah lain merasa takut padanya.  Dan
Bulig mengetahui hal ini.  Karena itu ia menggunakan ukurannya untuk
menakuti yang lain untuk melakukan apa yang ia ingin mereka lakukan.
Ia akan mendengus dan menggeram sambil berkata, “Aku akan remukkan
kamu!”  Itu merupakan salam yang biasa ia katakan pada siapapun yang
ia jumpai di jalan.
Kenyataannya, jika gajah-gajah lain merasa takut pada Bulig, binatang-
binatang kecil lainnya juga demikian.  Para monyet, kijang, harimau,
dan bahkan singa pun terkagum-kagum terhadap binatang yang sangat
besar itu.
Para gajah memberinya sebuah rumah istimewa di puncak sebuah bukit
kecil.  Dan tahta Bulig adalah sebuah ranjang berukuran raksasa.  Di
situlah ia berbaring dan memerintah seluruh hutan.
Setiap pagi, para gajah akan memberinya sekeranjang pisang.  Dan para
monyet akan memberinya sekeranjang apel.  Dan kijang akan memberinya
sekeranjang kacang.  Hal ini terjadi setiap hari.
Karena itu Bulig bertumbuh semakin besar.  Dan semakin ia bertumbuh,
semakin takutlah binatang-binatang terhadapnya.
Ia sekarang menjadi sesosok dewa bagi seluruh binatang di sana.
Sekelompok burung undan bergantian mengipasinya.
Sekelompok burung parkit bernyanyi baginya setiap pagi.
Sekelompok kera berakrobat sebagai hiburan malam baginya.
Untuk waktu yang sangat lama, Bulig jarang meninggalkan rumahnya.
Sebenarnya, selama bertahun-tahun, ia bahkan tidak pernah berdiri
dari ranjang raksasanya.
Yang ia lakukan hanyalah mendengus dan menggeram sesekali waktu, “Aku
akan remukkan kamu!”  Dan setiap kali ia mengatakan itu, semua
binatang akan sangat ketakutan.
Karena ia tidak banyak bergerak, ia menjadi segemuk seperti sepuluh
gajah yang dijadikan satu!
Sekarang, bahkan binatang-binatang lain dari hutan-hutan lain pun
datang berkunjung untuk melihat dengan mata kepala sendiri kalau
Legenda Gajah Raksasa itu benar adanya.  Dan mereka semua akan berdiri
ketakutan melihat makhluk yang sangat besar itu.
Salah satu binatang itu adalah seekor kura-kura kecil bernama Pokito.
Pokita mendengar tentang gajah ini dan ingin melihatnya.
Sebagai seekor kura-kura muda dan senang bermain, ia berpikir akan
luar biasa sekali jika dapat berteman dengan gajah raksasa itu.
Maka suatu hari, ia menghampiri Bulig yang tampak seperti sebuah
gunung dibanding dirinya.  Tapi Pokito tidak takut.
Ia berkata, “Hi Bulig besar!  Bolehkah aku menjadi temanmu?”
Semua binatang di sekitar Bulig menahan nafas dengan tegang.  Siapa
yang berani berbicara seperti itu pada Bulig?  Apakah ia sadar apa
yang sedang dikatakannya?   Kura-kura malang!
Bulig merasa terhina karena seekor makhluk kecil itu tidak
menyembahnya sebagai dewa.  Maka ia mendengus dan menggeram seperti
biasanya dan berkata, “Aku akan remukkan kamu!”
Namun Pokito adalah seekor kura-kura bijak.  Ia melihat ada kelemahan
besar di balik ukuran tubuh Bulig.  Ia kasihan padanya.  Karena itu ia
hanya berkata, “Bulig, aku hanya ingin menjadi temanmu.  Jika engkau
tidak mau, tidak apa-apa.  Aku akan tetap gembira…”
Ketika ia membalikkan badan, Bulig bahkan menjadi lebih marah dan
mendengus dan menggeram lagi dan berkata dengan suara yang lebih
keras, “AKU AKAN REMUKKAN KAMU!”
Semua binatang lari terbirit-birit ke belakang semak-semak, batu-
batu, dan pohon-pohon.   Ini adalah pertama kalinya mereka mendengar
Bulig marah sedemikian rupa.
Pokito membalikkan badan menghadap raksasa itu lagi dan berkata
dengan tenang, “Bulig, aku tidak akan melakukan itu kalau aku jadi
dirimu.  Engkau akan menyakiti dirimu sendiri…”
Wajah Bulig merah padam seperti sebuah mobil pemadam kebakaran.
Ia berdiri.  Atau paling tidak ia berusaha.
Ingat, sudah bertahun-tahun sejak ia terakhir kali berdiri!
“Ummph…  Ummmph…. Ummmmmmmmmph!”   Berkali-kali Bulig mencoba namun ia
tak dapat berdiri!
“Bulig, jangan lakukan itu…,” kata Pokito.
Semua binatang keluar dari persembunyian mereka.  Mereka sangat
terkejut melihat dewa mereka mengalami kesulitan untuk berdiri!
Akhirnya, kaki Bulig tertekuk dan ia jatuh ke tanah.  Whaaam!
Sekarang Bulig kesakitan, tapi penghinaan yang dialaminya jauh lebih
besar dari sakit fisik yang ia alami saat itu.
Pertama, seekor monyet kecil mulai mengejek.
Tak lama, monyet-monyet lain melakukan hal yang sama.
Dan setelah beberapa saat, semua binatang mulai mempermalukan Bulig.
Mereka mencemooh dan memberinya julukan.  “Makhluk lemah!”, “Si
gendut!”, dan “Gudang lemak!”
Tiba-tiba Pokito berteriak, “Hentikaaaaaaaaaaan!”
Semuanya berdiam diri di hadapan kura-kura pemberani ini.
“Selama bertahun-tahun, kalian menyembah Bulig sebagai dewa,” kata
Pokito, “tapi sekarang, kalian menghinanya seperti musuh.  Mengapa
kalian lakukan itu?  Bulig hanyalah salah satu dari kita, sama seperti
binatang lainnya.”
Pokito berjalan mendekati Bulig yang tertunduk dan dipenuhi rasa malu
serta berkata, “Apakah engkau butuh bantuan untuk berdiri?”  Dengan
perlahan, Bulig menganggukan kepalanya.
Kura-kura itu berbalik ke gajah-gajah lain, “Bantu temanmu berdiri.”
Gajah-gajah lain takjub dengan kearifan kura-kura kecil ini.  Mereka
semua berdiri di samping raksasa itu, dan bersama-sama, mengangkatnya.
Dengan upaya yang keras, gajah raksasa itu berdiri.
Dengan lututnya yang masih gemetar, Bulig tersenyum kepada kura-kura
itu dan berkata perlahan, “Terima kasih.  Engkaulah raksasa
sesungguhnya.”
Pokito tersenyum.  “Terima kasih.”
Bulig bertanya, “Maukah engkau menjadi temanku?”
Kura-kura itu berkata, “Dengan satu syarat.  Engkau harus jogging
bersamaku setiap pagi.”  Ia berkedip.
Dan semua binatang tertawa serentak.

7 PELAJARAN TENTANG HIDUP

Saya menulis cerita pendek ini untuk Mustard, sebuah majalah anak-
anak.
Tapi pelajaran yang luar biasa dalam cerita itu tidak hanya untuk
anak-anak.
Sebenarnya, saya percaya orang-orang dewasa lebih perlu mendengarkan
ini daripada anak-anak!
Berikut adalah 7 pelajaran tentang mengubah hidup dari cerita
tersebut:

Pelajaran #1: Jangan mencari penyembah-penyembah ;tetapi carilah
sahabat-sahabat sejati.

Tidak semua teman diciptakan sama.  Beberapa teman hanyalah
penggemar.  Mereka mengagumi Anda.  Mereka menyanjung Anda.  Mereka
takut terhadap Anda.  Mereka mengambil keuntungan dari Anda.  Namun
ketika Anda membutuhkan mereka, mereka tidak ada.  Pilihlah sahabat
sejati daripada penggemar.  Ketika Anda mengalami kesulitan, mereka
akan tetap berada di sisi Anda.

Pelajaran #2: Cara terbaik untuk mencari seorang sahabat sejati adalah
menjadi seorang sahabat sejati.

Apakah Anda seorang sahabat sejati?  Apakah Anda memberikan perhatian
kepada orang lain?  Apakah Anda menunjukkan kasih Anda terhadap mereka
dengan cara yang tidak biasa?  Investasi terbaik yang akan pernah Anda
lakukan adalah dalam relasi Anda. Di situlah harta Anda berada.

Pelajaran #3: Penggertak itu lemah.  Hindari atau tentanglah, namun
jangan pernah takut terhadap penggertak.

Apakah Anda punya penggertak dalam hidup Anda?  Anda akan selalu
berhadapan dengan para penggertak.& nbsp; Mereka mengintimidasi orang.
Mereka ingin Anda merasa takut terhadap mereka.  Mereka memanipulasi
Anda untuk mengikuti mereka.  Tergantung situasi, Anda dapat
menghindari atau menentang mereka.  Namun jangan pernah takut terhadap
mereka.  Karena semua penggertak adalah palsu.  Dengan paksaan, mereka
menutupi kelemahan yang ada di dalam diri mereka.  Tapi jauh di dalam,
seorang penggertak adalah seorang anak rapuh yang memiliki banyak
ketakutan.

Pelajaran #4: Ketika seseorang tidak suka menjadi temanmu, biarkan
saja dan tetaplah bersukacita.
Hidup terlalu indah untuk disesali hanya karena penolakan seseorang.

‘Orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain’ ingin menyenangkan
setiap orang.  Dan ketika seseorang menolak mereka, mereka akan
tewas.  Karena mereka memerlukan perasaan dibutuhkan.& nbsp; Ketika
seseorang menolak mereka, mereka sangat terluka – dan membawa luka ini
ke manapun mereka pergi dan membiarkan luka ini berdampak bagi hidup
mereka selamanya.  Apa yang dilakukan seorang yang dewasa ketika
mereka mengalami penolakan?    Mereka juga terluka sama seperti orang
lain namun mereka tidak membawa luka itu terus-menerus.   Mereka
mengebaskan debu di kaki mereka dan terus maju.  Mereka mencintai diri
mereka.  Mereka mencintai hidup.

Pelajaran #5: Ketika seseorang marah terhadap Anda dengan cara yang
tidak adil, kasihanilah orang itu.
Ia akan menyakiti dirinya sendiri.

Jangan mengasihani diri sendiri ketika Anda menerima kemarahan yang
tidak adil.  Ingatlah bahwa kemarahan yang tidak adil itu
menghancurkan orang yang marah, bukan Anda.  Kasihanilah orang itu.

Pelajaran #6: Selalu bersikap baik dan ramah kepada setiap orang –
entah dia itu seorang raja atau seorang pengemis.

Setiap manusia yang Anda temui dalam hidup adalah anak-anak Tuhan.
Entah ia duduk di atas tahta atau terbaring di lumpur, tak ada
bedanya.  Orang tersebut adalah keluarga Anda.

Pelajaran #7: Takaran Anda yang sesungguhnya diukur dari keberanian,
kearifan, dan cinta Anda.

Apakah Anda seorang yang besar?  Ukurlah keberanian dan kearifan
Anda.  Dengan cara Anda mengasihi, Anda bisa tahu apakah Anda sudah
dewasa dalam hidup atau tidak.

6 Cara Survive di Lingkungan Si Dia

July 16th, 2008 by ferry-hendarto

MENGHADAPI teman-teman Si Dia, sama (bahkan lebih) mengerikannya
dengan menghadap calon mertua. Salah gaya, Anda bisa kena persona
nongrata alias masuk daftar pacar teman yang pantas dihindari. Supaya
selamat, pelajari triknya.

Idealnya, teman dia teman kita juga. Begitu pula sebaliknya. Tapi,
faktanya tentu tak semudah membuat sandwich. Gagasan menyatukan
"teman-teman kita" meski terdengar indah, dalam banyak kasus justru
tidak berakhir happy end. Penyebab kegagalan yang paling sering
dialami justru karena terlalu memaksakan diri.

Nah, di situ letak tantangannya. Bila Anda masuk ke dalam lingkungan
pergaulannya, separuh hatinya sudah Anda menangkan. Bagi banyak
laki-laki, teman masuk dalam daftar prioritas. Selain itu, suka tidak
suka, para lelaki itu terlanjur percaya bahwa perempuan adalah tulang
rusuknya yang hilang. Mereka mendambakan kekasih yang bisa menjadi
pendamping yang oke dan pantas "diajak ke mana-mana".

1. BACA PETA
Ketika baru berkenalan dengan teman-teman Si Dia, bersikaplah wajar.
Anggap Anda sedang berkenalan dengan teman-teman baru Anda sendiri.
Tak perlu bersikap berlebihan. Paling aman, bila Anda memutuskan untuk
lebih banyak diam sambil memerhatikan karakter masing-masing. Dari
situ Anda bisa memutuskan akan "masuk dari sisi mana".

2. IKUTI ARUS
Cobalah pahami bahasa pergaulan mereka. Jangan memaksakan diri untuk
langsung masuk pada topik diskusi. Untuk permulaan, menjadi pendengar
yang baik adalah pilihan yang masuk akal. Bila mendengar lelucon lucu,
berusahalah tertawa dengan tulus. Kalau toh Anda pikir sebenarnya
lelucon itu sama sekali tidak lucu, coba nikmati saja. Kalau tertawa
Anda anggap terlalu royal, cukup beri senyum terbaik Anda (percayalah,
Anda akan terlihat menarik dalam "pose" itu).

3. JAGA SIKAP
Bukan bermaksud jaim. Tapi lebih pada upaya mengendalikan diri untuk
mencegah komentar miring bila Anda sudah tak bersama mereka. (Anda
mungkin tahu bahwa dalam pertemanan lelaki, mengomentari pacar
temannya sudah jadi kebiasaan. Seperti juga kita). Misalnya, selama
berada di antara teman-temannya, simpan dulu keinginan Anda untuk
bermesraan di depan teman-temannya. Percayalah, itu tidak akan membuat
mereka iri, Anda dan pacar malah bisa jadi bulan-bulanan mereka.

4. JAGA JARAK
Meski Anda sudah berhasil mencuri sedikit perhatian, tak perlu
langsung SASA (Sok Akrab Sok Asyik). Keramahan mereka, bukan lantas
berarti Anda diterima sepenuh hati. Bersikap ramah adalah bagian dari
tata krama pergaulan. Usahakan tetap menjaga jarak wajar sampai Anda
yakin bahwa Anda memang sudah dianggap bagian dari mereka.

5. BE CALM
Meski teman-teman Si Dia sudah bersikap ramah, Anda tetap tak merasa
tune-in. Bila itu terjadi, jangan langsung kabur atau terus mencolek
pinggangnya minta pulang. Tahan sedikit keinginan itu. Toh, Anda tak
harus selalu bersama mereka.

6. Let Him Go
Kini Anda sudah tahu seperti apa teman-teman Si Dia. Jika Anda tak
terlalu menyukai mereka, bukan berarti Anda tak membolehkan Si Dia
bergaul. Berikan Si Dia kebebasan bertemu teman-temannya. Jika Anda
terus membatasinya, keadaan bisa berbalik. Mereka akan membenci Anda,
dan bukan tak mungkin membujuk Si Dia memutuskan Anda. Bisa gawat, kan?

6 kode rahasia lelaki

July 16th, 2008 by ferry-hendarto

Mahluk bernama laki-laki itu penuh misteri. Tak seperti kita, ia
sangat sulit membagi perasaan, pada orang terdekat sekalipun. Kita
seperti paranormal yang harus menebak-nebak apa isi hatinya. "Kode
rahasia" ini akan membawa Anda tepat ke lubuk hatinya.

1. Tidak Mood
Tanpa Anda sadari, topik obrolan Anda mungkin sensitif buatnya. Ia
merasa terpojok atau tidak nyaman. Sehingga, selama obrolan
berlangsung Anda seperti bicara dengan tembok. Ia menanggapi
pembicaraan Anda dengan sebelah wajah sambil sesekali menggerakkan
kepala ke kanan dan ke kiri. Itu artinya dia sedang tidak mood untuk
bicara dan meminta jarak, tanpa harus memalingkan tubuh dan
meninggalkan Anda.

Do: Pertanyaan Anda mungkin tidak salah. Namun, ada sesuatu yang
mengganggu pikirannya. Kalau sudah begitu, lelaki biasanya butuh waktu
untuk sendirian. Mereka ingin terlihat kuat dalam menghadapi sebuah
masalah tanpa bantuan orang lain.

Jika Anda terus memaksa berada di depan wajahnya, lama-lama ia akan
lari menjauh. Menghilanglah sejenak sampai mood-nya kembali membaik.
Biasanya, lelaki butuh waktu 20 menit sampai satu jam untuk merasa
rileks dan mencerna masalahnya. Berilah ia kesempatan untuk berpikir.

2. Ajakan Bercinta
Anda dan pasangan sedang berada di sebuah pesta atau kafe. Ketika Anda
menatap matanya, ia terlihat agak mengantuk atau wajahnya tak terlalu
bersemangat. Sebenarnya, ia tidak ingin tidur betulan, tapi ingin
mengajak Anda "tidur". Ketika lelaki merasakan dorongan seksual yang
besar, ia akan menampilkan ekspresi bedroom eyes.

Do: Anda tahu ia sedang bergairah. Berhubung Anda dan dia sedang
berada di area publik, panaskan dia dengan bisikan seksi atau
"kejutan" lain yang akan Anda lakukan padanya di rumah nanti. Lalu
kembalilah berbaur degan teman-teman seolah tak ada apa pun
sebelumnya. Godaan seperti ini akan membuatnya kembali bersemangat
untuk menikmati pesta.

3. Ingin Curhat
Ketika sedang berbicara dengan Anda, ia berkali-kali menggerakkan atau
menggigit bibir. Itu artinya dia sedang berusaha mengeluarkan isi
pikirannya. Ketika seseorang ingin mengatakan sesuatu, otak akan
mengirim pesan pada bibir dan lidah untuk mengeluarkan kata-kata. Nah,
di sini Anda akan melihat ekspresi pikirannya, bahkan sebelum ia
mengucapkan sebuah kata.

Do: Ketika perempuan memikirkan sesuatu, ia akan mencurahkan isi
pikirannya. Sebaliknya, lelaki tidak begitu. Jika Anda tergoda untuk
membuatnya bicara, batalkan saja niat itu. Bisa-bisa dia akan merasa
kesal dan terganggu dengan ketidaksabaran Anda. Maksudnya memang akan
bercerita. Hanya saja, ia butuh waktu untuk memformulasikan pikirannya
dalam kalimat yang tepat.

Jika ternyata Si Dia tak juga mampu mencurahkan isi kepalanya, jangan
terlalu memaksanya. Ganti saja topik pembicaraan dan buatlah ia merasa
rileks. Biasanya, dengan begitu ia akan merasa lebih nyaman dan siap
bicara.

4. Merasa Lelah
Anda mungkin tak meragukan cintanya. Tapi suatu ketika dalam hubungan
Anda berdua, ia seperti senter kehabisan baterai alias merasa sangat
lelah. Ia mungkin tidak akan mengatakannya langsung pada Anda, tapi
lebih suka menyampaikan isyarat halus untuk menjaga perasaan Anda.
Ketika Anda memandangnya, ia akan menegakkan kepala. Ketika Anda
menoleh ke arah lain, mungkin ia akan mengangkat bahu dan menarik
napas panjang. Dalam hubungan jangka panjang, gerakan ini biasa
ditunjukkan oleh lelaki yang sangat mencintai pasangannya. Kadang
secara tidak sadar, ia menunjukkannya pada Anda karena ia butuh dimanja.

Do: Bangkitkan semangatnya dengan menunjukkan perhatian Anda. Tak usah
berpikir repot-repot, hal sederhana seperti membuatkan makanan
kesukaan, atau duduk manis menemaninya nonton sepakbola di teve bisa
membantunya keembali bersemangat. Ia akan merasa sangat dicintai.

5. Menyembunyikan Rahasia
Jika Si Dia tiba-tiba menghentikan pembicaraannya dan ujung lidah
terselip di antara bibirnya yang merapat, itu artinya ia berusaha
menyensor ucapannya. Gerak reflek ini menandakan bahwa ia hampir saja
membocorkan sebuah rahasia.

Do: Sebelum Anda mencecar informasi yang hampir saja keluar itu,
cobalah pikirkan hal positif. Mungkin ia sedang menyiapkan kejutan
untuk Anda, atau rahasia itu malah tak ada huungannya dengan Anda.
Seperti perempuan, lelaki kadang juga ingin menyimpan rahasianya
sendiri. Bisa saja rahasia itu adalah masalah yang tak ada hubungannya
dengan Anda atau dia tak ingin membebankan Anda dengan masalahnya.

Kalau komunikasi Anda dan dia tetap berjalan, tak ada yang perlu
dikhawatirkan. Namun, jika Anda menjadi sangat penasaran dengan
rahasia itu, cobalah pikirkan kembali obrolan apa yang membuatnya
tiba-tiba terdiam. Lalu, cobalah cari tahu dengan melemparkan
pertanyaan yang tidak memojokkan. Jika Anda berhasil menggiringnya ke
obrolan yang menyenangkan, bukan tak mungkin ia dengan senang hati
membocorkan rahasianya atau Anda bisa mengharapkannya "kelepasan bicara".

6. Merasa Ragu
Jika Si Dia mengulum bibirnya hingga tak terlihat saat bicara dari
hati ke hati soal hubungannya dengan Anda, ada kemungkinan ia sedang
mempertanyakan masa depan hubungan kalian. Gerakan bibir ini bisa
menjadi petunjuk bahwa ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Meski
begitu, jangan langsung berpikir negatif tentang kelangsungan hubungan
Anda dan dia. Si Dia mungkin sedang mengalami sedikit kekhawatiran.
Atau, bisa juga ia sedang merasa tidak yakin berhubungan dengan Anda.

Do: Masalah ini takkan segera selesai jika Anda tidak tahu apa yang
mengganggu pikirannya. Kali ini Anda boleh sedikit memaksanya bicara.
Yakinkan bahwa Anda takkan menggigit atau menangis bombay dengan
segala keterusterangannya. Anda bisa mengatakan, "Apa pun yang kamu
katakan, aku terima," atau "Aku enggak peduli dengan apa yang akan
kamu katakan, lebih baik aku tahu yang sebenarnya daripada terus
merasa ‘gelap’".

Jika taktik ini tak juga berhasil, cobalah menebak pikirannya. Lalu
tanyakan padanya apa yang Anda pikirkan, tapi siapkan mental Anda bila
jawaban yang Anda dengar tak sesuai harapan.

BARU BAHAGIA KALAU…

July 16th, 2008 by ferry-hendarto

Kita menganut kepercayaan bahwa hidup akan jadi lebih baik kalau kita menikah, kalau kita punya anak, kalau anak kita laki-laki atau perempuan. Kemudian kita tidak sabar ketika anak-anak tidak cepat besar dan kita merasa bahwa beban kita masih panjang. Setelah itu kita kesal karena anak-anak kita yang sudah remaja mulai membangkang terhadap kita. Kita merasa bahwa kita seharusnya bisa lebih berbahagia kalau mereka penurut atau mereka segera dewasa.
 
Kita berkata kepada diri sendiri bahwa kebahagiaan kita baru akan lengkap kalau kita punya mobil yang lebih bagus, kalau kita punya rumah yang lebih lapang, kalau kita bisa berlibur ke mana-mana, kalau kita sudah pensiun, dan seterusnya.
 
Padahal… pada kenyataannya, kebahagiaan tidak terletak di luar

sana

, setidaknya ketika kebutuhan dasar sudah tercukupi. Kebahagiaan ada di dalam batin kita sendiri. Tidak ada saat yang lebih baik daripada saat ini juga untuk berbahagia. Kalau tidak sekarang, lalu kapan?
 
Kebahagiaan adalah suatu cara kita merespon berbagai stimulus eksternal. Kabar baiknya: kita BISA MEMILIH respon kita sendiri, tak pandang apa pun jenis stimulusnya. Inilah kekuatan pikiran yang paling dahsyat. Kita bisa menentukan dan memilih sendiri untuk berbahagia atau untuk tidak berbahagia. Stephen R. Covey, pakar konsep "7 Habits", mengatakan: "The most proactive thing we can do is to BE HAPPY."
 

Para

bijak mengatakan: "There is NO WAY to happiness, since happiness is THE WAY itself." Tidak ada jalan menuju kebahagiaan, karena kebahagiaan adalah sang jalan itu sendiri. Jadi, kebahagiaan adalah suatu cara kita menyikapi perjalanan hidup, suatu proses, bukan tujuan akhir, bukan kalau ini dan itu sudah tercapai…
 
Jadi, tunggu apa lagi, barukah kita akan berbahagia:
 
kalau cicilan sudah lunas?
kalau sudah punya mobil?
kalau turun 10 kg?
kalau naik 10 kg?
kalau sudah menikah?
kalau sudah cerai?
kalau sudah punya anak?
kalau anak sudah besar?
kalau sudah pensiun?
kalau hujan?
kalau panas?
kalau panjang umur?
kalau sudah mati?
 
Pepatah lain mengatakan: "Happiness is not about TO HAVE, but about TO BE." Ya, banyak benarnya juga. Amankan kebutuhan dasar, dan selebihnya… just be happy!

Jangan Gunakan Standard Ukuran Lama

July 16th, 2008 by ferry-hendarto

Setiap saat kita berubah, tidak ada yang tetap selamanya. Sebagaimana
aliran air, ia tetaplah air tetapi setiap detik setiap tetes air
bukanlah tetesan air yang sama.

Kita pun demikian. Saya ingat belasan tahun yang lampau, pada saat
saya masih kuliah dan di usia awal 20-an, saya ini sangat "bodoh"
dan "naif" baik dalam hal karir maupun dalam strategi hidup. Kalau
diingat-ingat lagi, betapa banyaknya aksi dan reaksi saya yang tidak
hanya menyinggung perasaan orang lain, tetapi membakar jembatan
(burning the bridge, sebuah expression dalam bahasa Inggris) untuk
hubungan baik di masa depan.

Dalam kenaifan saya yang waktu itu masih hidup di dalam dunia yang
idealis, dunia bisnis terasa "kotor" dan "penuh ambisi politis" yang
kurang berkenan di dalam hati saya. Keinginan saya untuk mengubah itu
semua sangatlah mendalam, namun saat itu saya tidak menyadari bahwa
dengan berbekal pendidikan kelas satu dari Universitas

Indonesia

saja
tidaklah cukup.

Saat itu, intellectual inteligence saya mungkin di atas rata-rata,
namun emotional dan creativity intelligences saya masih jauh di bawah
rata-rata. I was an agry young woman. Hidup saya disetir oleh
idealisme karena kenaifan saya.

Setelah hampir sepuluh tahun merantau di Negeri Paman

Clinton

dan
Paman Bush, barulah gemblengan hidup saya rasakan dengan sedalam-
dalamnya. Betapa tidak, hanya dibekali dengan biaya hidup yang hanya
cukup untuk satu tahun saja, saya pergi merantau.

Saat itu saya beranikan diri untuk pergi melangkah menuju masa depan
yang lebih baik. Itu keyakinan saya saja, tanpa didukung dengan back-
up finansial yang cukup. "Pasti ada jalan untuk membiayai kuliah saya
selanjutnya," dalam hati saya berjanji.

Sebagai salah satu lulusan FHUI tahun 1994 yang terbaik dan tercepat,
serta telah mengikuti berbagai program jarak jauh dari universitas-
universitas ternama di Amerika Serikat dan TOEFL/TWE scores yang
hampir sempurna, mestinya ada program bea siswa yang bisa saya raih
di sana. Alhasil dengan keyakinan buta ini saya beranikan diri
melangkah dengan mantap.

Ternyata, biaya hidup di

California

sangat tinggi, sehingga mau tidak
mau saya terpaksa kerja sambil kuliah. Mungkin karena saya secara
intelektual sebenarnya tidak seberapa pandai (tidak sepandai beberapa
teman saya yang bisa menghafalkan isi sebuah buku lengkap dengan
catatan kakinya), keasyikan bekerja cukup mengganggu kuliah saya,
sehingga saya mesti memilih: kerja atau kuliah.

Tentu saja kuliah tetap prioritas, namun kerja inilah yang memberi
saya makan, biaya transportasi dan pakaian. Lagipula, fascinated
dengan cara kerja di dunia dot-com

Silicon Valley

(saat itu sedang
booming sebelum the bubble bursted di akhir 90-an), saya memegang
beberapa perusahaan yang meng-hire saya sebagai managing editor,
country manager dan channel manager.

Jadilah saya menggunakan 75% waktu saya untuk "kuliah"
sebagai "mahasiswa" di universitas raksasa yang bernama Silicon
Valley, yang ternyata berhasilkan "menelurkan" bisnis dot-com liliput
late bloomer yang saya dirikan tahun 2003.

Jadi, jalan hidup menentukan lain. Tidak lagi saya gila-gilaan
sekolah. Saya jatuh cinta di dunia entrepreneur.

Mengapa? Lihat saja ketika saya baru lulus sarjana, apa yang saya
ketahui soal hidup dan bisnis? Hampir tidak ada. Semuanya hanya teori
belaka.

Ternyata, praktek bisnis sangatlah menarik. Penuh dengan trik,
strategi dan resiko, yang belasan tahun lalu sangat saya hindari.
Perlahan-lahan, kepribadian saya pun berubah. Malah bisa dibilang
berubah 180 derajat. Dulu saya termasuk pendiam, tidak banyak
bertanya dan pasrah.

Sekarang? Wah, ternyata dari perjuangan saya di perantauan, saya
sudah buktikan bahwa nasib saya ada di tangan sendiri. How you
convince yourself to win will determine the outcome. Sekarang saya
sangat outspoken dan mampu membawahi belasan anak buah yang
kebanyakan adalah native speaker Americans yang berpendidikan
Master’s degrees.

Dalam waktu kurang dari enam tahun, saya telah menulis lebih dari 700
artikel dalam bahasa Inggris, sekarang sudah lebih dari 850 artikel.
Dalam kurun waktu dua tahun (2002 sampai 2004), saya telah menulis
dan menerbitkan 15 buku (distribusi di

USA

dan

Canada

). Bagaimana hal
ini bisa terjadi?

Pertama, dengan adanya perubahan lingkungan (dari hidup nyaman di

Indonesia

ke Amerika Serikat yang serba asing), saya memulai hidup
baru yang totally berbeda. Dari mesti mencuci baju sendiri sampai
mengurus semua dokumen imigrasi sendiri sambil kuliah dan kerja, saya
belajar untuk harus selalu percaya akan kemampuan diri sendiri. Dari
hal kecil sampai yang besar.

Kedua, dengan adanya "keterpaksaan" untuk terus mencari jalan yang
dapat membawa saya kepada kehidupan yang lebih baik dari segi
emosional, psikologis dan finansial di tanah asing, mau tidak mau
saya "dipaksa" oleh keadaan untuk melihat pintu-pintu peluang yang
selama ini hanya samar-samar saja terlihat.

Ketiga, kehidupan di tanah rantau sangat "overwhelming," sehingga mau
tidak mau saya mesti memilah-milahkannya dalam bite size. Artinya,
setiap hal saya pilah-pilah menjadi bagian-bagian yang kecil sehingga
mampu saya olah dan kerjakan. Misalnya, saya mampu menyelesaikan
penulisan satu buku dalam waktu satu bulan. Mudah saja, dalam satu
hari saya menulis 10 halaman, dalam satu bulan (20 hari kerja), sudah
200 halaman terselesaikan.

Perubahan kepribadian saya ini sudah saya rasakan manfaatnya.
Bayangkan, bagaimana kalau saya tidak berubah menjadi outspoken? Wah,
jelas saya tidak mampu untuk mempresentasikan hasil kerja saya di
business meetings dan tidak mampu untuk melakukan negosiasi bisnis.
Seorang "pendiam" di Amerika Serikat kebanyakan hanya bekerja di
belakang meja, melakukan pekerjaan- pekerjaan teknikal yang tidak
membutuhkan banyak communication skills.

Dengan membuka diri saya terhadap perubahan yang dibawa oleh
lingkungan dan kebutuhan untuk survive di tanah rantau, ternyata saya
temukan "diri saya yang baru," yaitu seorang entrepreneur.

Walaupun untuk ukuran

Silicon Valley

perusahaan dot-com yang saya
dirikan masih bisa dibilang berukuran liliput, I’m on my right path.
Saya telah menemukan jalan hidup saya sendiri.

Jika Anda mengenal saya beberapa belas tahun yang lalu, mungkin Anda
sudah sulit menemukan diri saya yang dulu lagi. Ini juga berlaku
dengan diri Anda dan orang-orang yang Anda kenal lainnya.

Ingatlah bahwa dunia berubah terus, termasuk makhluk- makhluk yang
hidup di muka bumi, termasuk diri Anda sendiri. Bukalah diri Anda
terhadap perubahan, sehingga perubahan dapat menemukan tempatnya di
dalam diri Anda

hat ni8 Success Strategies 2008

March 16th, 2008 by ferry-hendarto

c8 Success Strategies 2008

saya sangat suka sekali mendengar dan membaca bisnis wisdom dari mr tanadi santoso, sungguh suatu hal yg menambah wawasan dan dapat saya terapkan dalam kehidupan bisnis saya, semoga teman2 merasakan juga….

Diawal tahun 2008, saya coba untuk memikirkan hal hal apa yang penting dalam mengarungi 2008 ini, dan memilih 8 hal kunci yang perlu kita perhatikan untuk mencapai kesuksesan yang besar.

Brand You

Authentic, Distinct, Memorable

“Brand” menjadi semakin penting dalam kehidupan kita, karena banyaknya penawaran dan alternatip. Product brand, bahkan personal brand adalah kunci sukses dimedan persaingan yang menawarkan semua yang mirip dan sejenis. Pelanggan menginginkan sesuatu yang mudah diingat dan punya kepribadian yang khas dan “Authentic”. Kita harus secara terus menerus dan sadar menguatkan “Brand” kita ketika bertemu dengan pelanggan kita.

Think Like a Fish

Emotional, Emphatic, You-First

Walaupun kita suka makan mangga, tetapi bila kita pergi memancing kita harus memakai cacing sebagi umpan kita. Kita sadar benar akan hal ini, tetapi kita sering lupa saat menawarkan jasa/produk kita kepada pelanggan kita, kita lupa memikirkan perasaan dan kebutuhannya. Untuk sukses dalam berbisnis, kita harus selalu memikiran pelanggan kita lebih dulu. Sukses kita tergantung pada kepuasan pelanggan tersebut, baik secara fisik ataupun emotional.

Use Viral Strategy

Network, Word-Of-Mouth, Heartstrings

Penjangkauan sukses akan lebih cepat bilamana ada pihak ketiga yang mau merekomendasikan kita. Word-Of-Mouth yang natural selalu jadi kunci sukses bisnis. Bilamana kita bisa melalukan “Amplification” atau percepatan proses WOM ini, maka kesuksesan akan lebih cepat terjadi. Powerpoint ini adalah contoh Viral Marketing “Brand” saya. Bilamana anda mengirimkan ppt ini keteman anda, maka teman anda senang, sayapun mendapatkan keuntungan dari “Brand” saya yang semakin tersebar. Kita harus memberikan kemudahan untuk orang lain menyebarkan “brand” kita.

Go Internet

Blog, Youtube, Friendster

Suatu siang, saya mampir di coffeeshop, tiba2 saya sadar ada banyak anak muda berinternetan disana dengan asik sekali. Pekerjaan dan hiburan menjadi satu disana. Ah, jaman baru!…Internet telah benar2 merubah wajah infrasturtur dunia. Video, percakapan, dan social nerwork kita semuanya berada disana. Generasi baru telah hidup dan bernafaskan internet. Sudah saatnya kita dan perusahaan kita menginvestkan sumber daya kita pada internet. Blog, Youtube, Friendster, Amazon, eBay, Craigslist, Wikipedia, Google, semuanya merubah cara kita hidup.

Copy From Different Industry

Relevantly Different, Observe, Copy&Twist

Saya percaya pada “copy&twist”, mantra yang saya pakai sejak dahulu. Kita tidak punya waktu lagi “reinvent the wheel”, kita membutuhkan mata dan otak yang tajam dalam observasi kita akan trend dan kesuksesan orang lain. Perjalanan keluar negeri semakin mudah murah, internet menyediakan semua jawaban apa saja. Meniru dari industri yang berbeda, dari dunia yang lain, dan menyesuaikannya untuk bisnis kita adalah mantra yang tepat jitu. Kita tetap harus kreatip dan beda dari pesaing kita, kita dapat lakukan dengan meniru dunia lain, dan menyesuaikannya untuk bisnis kita.

Choose Your Value

Priorities, 80/20, Focus

Tidak mungkin kita bisa menyediakan sebuah produk atau jasa yang paling berkwalitas, paling murah, paling bagus servisnya, paling bergengsi, beriklan paling banyak, dan seterusnya. Didunia yang competitive ini kita harus memilih hal kunci apa yang kita ingin tonjolkan. Jadilah yang terbaik di bagian yang anda pilih, hal itu sajalah yang anda harus selalu perkuat dan sempurnakan, lainnya asalkan memenuhi “standard” umum sudah cukup. Asalkan hal yang anda tonjolkan adalah hal yang konek dengan nilai nilai pelanggan anda, maka sukseslah anda.

Spend 20% on “Totally Different Thing”

Google’s Lesson, New Thing, Diffuse

Salah satu sukses google adalah karena strategi nya untuk membolehkan karyawannya menghabiskan 20% waktu nya untuk melakukan pekerjaan lain yang tidak ada hubungan apapun dengan tugas rutinnya. Sesuatu hal baru yang berbeda dengan pekerjaan rutin anda, yang anda lakukan karena “passion”, akan membuahkan sebuah hasil yang berbeda. Habiskan 20% waktu anda untuk hal baru, ini akan melebarkan kesempatan sukses anda. Rutinitas membunuh kreativitas dan kejemuan menghambat kesempatan baru yang mungkin akan tumbuh.

Doing Things

Just Do It, Ready-Shoot-Aim, Persistent

Rencana yang sebagus apapun, tidak akan menghasilkan apa apa bila tidak dinyatakan dalam tindakan. Walaupun nantinya kita akan berubah arah bisnis, atau akan menemui kegagalan, atau akan menghadapi kesulitan, kita tetap harus melakukan tindakan secara terus menerus untuk bisa sampai pada tujuan kesuksesan kita. Kita harus kuat secara constant menghadapi C-R-A-P (Criticism, Rejection, Assholes, Pressure) dan terus mengerjakan pekerjaan kita dengan penuh antusias. Hidup hanyalah perjalanan, yang ditaburi mimpi, diisi keberanian, dan dinyatakan dalam tindakan.

Tanadi Santoso, email: tanadisantoso@yahoo.com